Posted On April 10, 2026

Kemendikdasmen Gandeng Mitra Global Perkuat Literasi Anak Indonesia

Humas 0 comments
>> berita >> Kemendikdasmen Gandeng Mitra Global Perkuat Literasi Anak Indonesia
kemdikdasmen perkuat literasi anak indonesia

Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi multipihak.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), menggandeng Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan Unicef untuk menginisiasi program Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu: “Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional”.

Program ini juga melibatkan pemerintah daerah dari sejumlah kabupaten/kota sebagai bagian dari sinergi nasional dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Baca juga: Bug Bounty 2026 Dibuka, Kemendikdasmen Ajak Talenta Muda Perkuat Keamanan Siber Pendidikan

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Gerakan Numerasi Nasional (GNN), khususnya di kelas awal sekolah dasar. Fokus utama program meliputi peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kapasitas guru, serta pemanfaatan data asesmen diagnostik guna memastikan pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan murid.

Program yang direncanakan berlangsung hingga tahun 2029 ini menargetkan siswa kelas awal sekolah dasar. Penguatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung dipandang sebagai fondasi penting bagi penguasaan ilmu pengetahuan di masa depan. Selain menjadi dasar akademik, kemampuan tersebut juga berperan dalam membangun kepercayaan diri serta kemampuan berpikir kritis siswa.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa berbagai tantangan seperti learning losslearning poverty, serta capaian literasi dan numerasi yang belum optimal harus menjadi pemicu untuk melakukan perbaikan berkelanjutan.

“Berbagai permasalahan yang kita hadapi bukanlah akhir, melainkan motivasi untuk bekerja lebih baik. Kita harus memastikan bahwa seluruh anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Menteri Mu’ti di Jakarta, Kamis (9/4/26).

Senada dengan hal tersebut, Head of Learning Environment Department Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menegaskan bahwa literasi dan numerasi merupakan fondasi utama keberhasilan pembelajaran anak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, mitra pembangunan, dan pemerintah daerah.

“Bagi Tanoto Foundation, literasi dan numerasi bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi fondasi yang menentukan apakah seorang anak dapat terus belajar, berpikir kritis, dan berkembang di masa depan,” ujarnya.

Margaretha juga menyoroti urgensi pendekatan yang terstruktur dan berbasis data dalam penguatan literasi dan numerasi sejak dini. “Kami meyakini bahwa kemajuan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Kolaborasi yang kuat, didukung praktik pembelajaran yang efektif dan berbasis data, akan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Country Representative Unicef Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan pentingnya pemenuhan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas melalui kolaborasi yang kuat. “Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Upaya kolektif bersama yang kita lakukan hari ini merupakan investasi penting agar anak-anak dapat mencapai masa depannya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan krisis pembelajaran yang masih dihadapi secara global maupun nasional. “Dunia saat ini masih menghadapi krisis pembelajaran, yang dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian di tingkat global serta perubahan lanskap kerja sama multilateral.

Hampir 7 dari 10 dari setiap anak di dunia mengalami krisis pembelajaran. Banyak anak belum mampu membaca dan memahami teks sederhana pada usia 10 tahun, sehingga diperlukan upaya kolektif untuk mengatasinya,” tegasnya.

Senior Program Officer for Global Education, Gates Foundation India, Satish Menon, turut menegaskan bahwa kemitraan yang kuat menjadi kunci dalam memperkuat fondasi literasi dan numerasi secara berkelanjutan di Indonesia. Melalui inisiatif ini, dukungan diharapkan dapat menjangkau sedikitnya 45.000 siswa dengan pendekatan yang terukur dan berbasis praktik baik global.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa kemitraan yang kuat dapat mendorong perubahan nyata. Dengan kepemimpinan pemerintah, dukungan mitra, dan pemanfaatan data yang efektif, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan dampak pendidikan yang berkelanjutan dan bermakna bagi masa depan anak-anak,” ujarnya.

Dalam implementasinya, program ini akan mengembangkan tiga fokus utama. Pertama, penguatan kompetensi melalui pendekatan pembelajaran yang menekankan kemampuan berpikir dasar, termasuk pemahaman teks dan pemecahan masalah secara logis.

Kedua, pembentukan kebiasaan membaca melalui peningkatan reading engagement serta penyediaan bahan bacaan yang menarik dan mudah diakses. Ketiga, penguatan budaya belajar numerasi yang menekankan pemahaman logika, bukan sekadar hafalan angka.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan, Kemendikdasmen optimistis dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional sekaligus mewujudkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Abdul Muti: Fondasi Pendidikan itu Saling Memuliakan

Dalam pembelajaran di sekolah, guru harus memuliakan murid, murid menghormati guru, dan keduanya memuliakan ilmu. “Memuliakan…

Mendikdasmen Perkirakan Capaian Nilai TKA Matematika SMP Setara SMA

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memperkirakan capaian nilai Matematika dalam Tes Kemampuan…